Legenda Terbentuknya Danau Tondano, Cerita Rakyat Drai Sulawesi Utara


Indonesia tidak hanya memiliki 1 danau yang indah dan memukau. Selain Danau Toba yang terletak di Pulau Sumatera Utara, negara ini juga memiliki danau yang tak kalah indahnya dibanding Danau Toba.


Ya.. Danau Tondano. Secara letak, danau yang memiliki luas 4000 hektar ini berlokasi di Provinsi Sulawesi Utara. Jika ingin berkunjung, kamu hanya membutuhkan waktu 50 menit dengan jarak tempuh kira-kira 40 km dari Kota Manado.


Begitu sampai ke lokasi, kamu akan disuguhkan pemandangan yang indah, kamu akan melihat 3 gunung dan 1 bukit menjulang tinggi mengelilingi danau itu. Bagi para wisatawan yang memiliki hobi memancing, dapat menyalurkan hobinya di Danau Tondano ini.


Danau Tondano terkenal memiliki banyak jenis ikan air tawar, salah satunya ikan mujahir. Dan penduduk di sekitar danau pun menggantungkan hidup dari situ. Kamu juga akan dengan mudah menemui tambak-tambak para nelayan yang tersusun rapi.


Dibalik keindahan danau tersebut, tersimpan sebuat cerita rakyat yang sudah tersebar dari mulut ke mulut sejak zaman dulu. Dan hal itu dipercaya oleh warga sekitar Danau.


Berikut cerita legenda awal mula terbentuknya Danau Tondano yang berada di Sulawesi Utara.


Awal Mula Terbentuk Danau Tondano

Berawal dari beribu-ribu tahun yang lalu, terdapat gunung yang tinggi. Di sekitarnya terdapat dua daerah, selatan dan utara. Masing-masing dipimpin oleh seorang Tonaas.


Tonaas yang berkuasa atas wilayah utara hanya memiliki seorang anak. Anak mereka seorang perempuan. Dia bernama Marimbow. Dia terkenal sangat cantik. Di samping itu, dia pun sangat patuh pada kedua orang tuanya. Bahkan, dia bersumpah tidak akan menikah selama orang tuanya masih hidup.


Tonaas yang berkuasa di wilayah selatan mempunyai seorang anak laki-laki. Dia bernama Maharimbow. Dia tampan, rajin bekerja, dan patuh kepada orang tua. Maharimbow juga bersumpah tidak akan menikah selagi orang tuanya masih hidup.


Kedua Tonaas memikirkan masa depan daerahnya. Toonas utara memikirkan siapa yang akan menggantikan dia. Dia risau karena anaknya seorang perempuan. Sementara itu, Tonaas wilayah selatan berpikir, siapakah yang akan mendampingi anaknya kelak.


Suatu saat, Marimbow berunding dengan ayahnya. Keduanya sepakat bahwa mulai saat itu Marimbow akan berperilaku sebagai laki-laki.


Pada suatu haru, Marimbow melihat seorang pemuda tidur di bawah pohon di wilayahnya. Marimbow pun ingin mengusirnya. Pemuda yang diusir itu ternyata Maharimbow. Ia curiga apakah orang itu benar-benar seorang pria. Maharimbow pun ingin membuktikannya.


Pada pertemuan berikutnya, kedua pemuda itu saling berselisih. Dengan suatu pertarungan, terbukalah rahasia Marimbow. Maharimbow mengetahui bahwa Marimbow ternyata seorang perempuan.


Kedua orang tersebut akhirnya saling jatuh cinta. Keduanya pun menyatakan ikrar menjadi suami istri. Akhirnya, terjadilah malapetaka akibat sumpah keduanya yang dilanggar. Gempa yang dahsyat menimpa daerah itu. Selanjutnya, gunung api di wilayah itu meletus. Semuanya musnah. Akibat letusan itu, terjadilah danau yang sekarang disebut Danau Tondano.


Itulah awal mula terbentuknya danau Tondano berdasarkan cerita rakyat Sulawesi Utara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Cerita Rakyat, Contoh Cerita Rakyat, dan Fungsi Cerita Rakyat di Indonesia

Cerita Rakyat Yaiku

Puncak Perjuangan Pergerakan Kemerdekaan Indonesia Adalah