Legenda Buaya Ajaib Sungai Tami, Cerita Rakyat Papua


Tahukah kamu? Selain dikenal sebagai provinsi yang kaya akan pemandangan alam serta kekayaan flora dan faunanya, ternyata Papua juga terkenal dengan cerita legendarisnya ya lo.


Salah satu cerita rakyat yang sudah melegenda dan juga diturunkan secara terun termurun dari satu generasi ke generasi berikutnya adalah legenda yang berjudul “Buaya Ajaib Sungai Tami”. Penasaran dengan alur ceritanya? Yuk simak cerita berikut ini.


Legenda Buaya Ajaib Sungai Tami

Zaman dahulu kala di tepian Sungai Tami di Papua Barat, ada sepasang suami istri yang menantikan kehadiran seorang anak. Sang suami bernama Towjatuwa, ia sangat gelisah karena istrinya yang sedang hamil tua mengalami kesulitan ketika mau melahirkan.


Hanya ada satu cara untuk membantu istrinya melahirkan, yaitu dengan mengoperasinya. Menggunakan batu tajam dari Sungai Tami, ketika ia sedang sibuk mencari batu tajam tiba-tiba muncul seekor buaya besar di depannya. Towjatuwa kaget bukan kepalang.


Ia sangat ketakutan dan hampir pingsan, buaya itu semakin mendekati Towjatuwa dengan tubuh yang terlihat aneh tidak seperti buaya lainnya. Di punggung buaya itu tumbuh bulu-bulu Burung Kaswari. Hal ini membuat buaya itu tampak menyeramkan ketika bergerak-gerak.


Ketika jarak buaya dengan dirinya sudah semakin dekat, Towjatuwa mulai bersiap-siap untuk melarikan diri. Tiba-tiba, sang buaya menyapa Towjatuwa dengan ramah.


"Jangan takut ! Maafkan jika aku mengagetkanmu. Namaku Wituwe. Siapa namamu dan apa yang kamu cari di sungai ini ?" tanya buaya.


"Oh, a... ku... aku... namaku Towjatuwa. Aku di sini sedang mencari batu tajam untuk membantu istriku melahirkan,” jawab Towjatuwa dengan rasa ketakutan.


Rasa takut Towjaniwa lama-kelamaan telah pudar karena buaya ini nampaknya sangat akrab itu dan tidak mengerikan seperti penampilannya. Pembicaraan mereka disambungkan dengan santai.


"Kau tidak usah khawatir Towjatuwa. Aku akan menolong istrimu melahirkan," kata buaya ajaib itu.


Towjatuwa merasa senang mendengar ucapan sang buaya. Ia kembali ke rumah dan menceritakan pertemuannya dengan buaya. Esok harinya, perut istri Towjatuwa mulai terasa sakit tak menahun. Towjatuwa sangat panik, ia menunggu-nunggu kedatangan Si Buaya Ajaib.


Tetapi semakin lama ditunggu buaya pun tak kunjung tiba. Namun di saat-saat terakhir, ketika istrinya sudah tak kuat lagi menahan rasa sakitnya, Buaya Ajaib itu akhirnya telah tiba di rumahnya sesuai menepati janjinya. Ia segera menolong persalinan istri Towjatuwa. Akhirnya, istri Towjatuwa bisa melahirkan anaknya dengan selamat.


Tak lama kemudian, terdengar tangis bayi laki-laki yang memecahkan keheningan malam. Towjatuwa merasa lega dan bahagia dengan kelahiran bayinya. Bayinya telah lahir dengan sehat dan selamat, anak itu diberi nama Narrowra.


Pesan Moral Legenda Buaya Ajaib Sungai Tami


Tak selamanya yang berpenampilan seram memiliki sifat dan sikap seseram penampilannya. Jadi jangan pernah menilai seseorang dari penampilannya saja.

Tahukah kamu? Selain dikenal sebagai provinsi yang kaya akan pemandangan alam serta kekayaan flora dan faunanya, ternyata Papua juga terkenal dengan cerita legendarisnya ya lo.


Salah satu cerita rakyat yang sudah melegenda dan juga diturunkan secara terun termurun dari satu generasi ke generasi berikutnya adalah legenda yang berjudul “Buaya Ajaib Sungai Tami”. Penasaran dengan alur ceritanya? Yuk simak cerita berikut ini.


Legenda Buaya Ajaib Sungai Tami


Zaman dahulu kala di tepian Sungai Tami di Papua Barat, ada sepasang suami istri yang menantikan kehadiran seorang anak. Sang suami bernama Towjatuwa, ia sangat gelisah karena istrinya yang sedang hamil tua mengalami kesulitan ketika mau melahirkan.


Hanya ada satu cara untuk membantu istrinya melahirkan, yaitu dengan mengoperasinya. Menggunakan batu tajam dari Sungai Tami, ketika ia sedang sibuk mencari batu tajam tiba-tiba muncul seekor buaya besar di depannya. Towjatuwa kaget bukan kepalang.


Ia sangat ketakutan dan hampir pingsan, buaya itu semakin mendekati Towjatuwa dengan tubuh yang terlihat aneh tidak seperti buaya lainnya. Di punggung buaya itu tumbuh bulu-bulu Burung Kaswari. Hal ini membuat buaya itu tampak menyeramkan ketika bergerak-gerak.


Ketika jarak buaya dengan dirinya sudah semakin dekat, Towjatuwa mulai bersiap-siap untuk melarikan diri. Tiba-tiba, sang buaya menyapa Towjatuwa dengan ramah.


"Jangan takut ! Maafkan jika aku mengagetkanmu. Namaku Wituwe. Siapa namamu dan apa yang kamu cari di sungai ini ?" tanya buaya.


"Oh, a... ku... aku... namaku Towjatuwa. Aku di sini sedang mencari batu tajam untuk membantu istriku melahirkan,” jawab Towjatuwa dengan rasa ketakutan.


Rasa takut Towjaniwa lama-kelamaan telah pudar karena buaya ini nampaknya sangat akrab itu dan tidak mengerikan seperti penampilannya. Pembicaraan mereka disambungkan dengan santai.


"Kau tidak usah khawatir Towjatuwa. Aku akan menolong istrimu melahirkan," kata buaya ajaib itu.


Towjatuwa merasa senang mendengar ucapan sang buaya. Ia kembali ke rumah dan menceritakan pertemuannya dengan buaya. Esok harinya, perut istri Towjatuwa mulai terasa sakit tak menahun. Towjatuwa sangat panik, ia menunggu-nunggu kedatangan Si Buaya Ajaib.


Tetapi semakin lama ditunggu buaya pun tak kunjung tiba. Namun di saat-saat terakhir, ketika istrinya sudah tak kuat lagi menahan rasa sakitnya, Buaya Ajaib itu akhirnya telah tiba di rumahnya sesuai menepati janjinya. Ia segera menolong persalinan istri Towjatuwa. Akhirnya, istri Towjatuwa bisa melahirkan anaknya dengan selamat.


Tak lama kemudian, terdengar tangis bayi laki-laki yang memecahkan keheningan malam. Towjatuwa merasa lega dan bahagia dengan kelahiran bayinya. Bayinya telah lahir dengan sehat dan selamat, anak itu diberi nama Narrowra.


Pesan Moral Legenda Buaya Ajaib Sungai Tami

Tak selamanya yang berpenampilan seram memiliki sifat dan sikap seseram penampilannya. Jadi jangan pernah menilai seseorang dari penampilannya saja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Cerita Rakyat, Contoh Cerita Rakyat, dan Fungsi Cerita Rakyat di Indonesia

Cerita Rakyat Yaiku

Puncak Perjuangan Pergerakan Kemerdekaan Indonesia Adalah